Posted by: Sorowako Biker Club | May 22, 2008

Be cyclist, be safe!

Minggu pagi, 4 Mei 2008, dam Batu Besi di hulu Sungai Larona yang biasanya sunyi senyap mendadak pikuk oleh serombongan kendaraan. Dari atas bis dan beberapa mobil four wheel drives, berlompatan 54 peserta dan panitia workshop Safe Cycling yang diselenggarakan oleh Sorowako Biker Club (Sobec), 2-4 Mei 2008.

Setelah mengikuti materi kelas selama dua hari, kali ini para peserta workshop berkesempatan memraktikkan teori bersepeda dengan aman yang diajarkan para pakar olahraga bersepeda dari Jakarta, termasuk atlit nasional Amir Mahmud. Area eksplorasi di hulu Larona yang menjadi jujugan.

Beramai-ramai, mereka menurunkan puluhan sepeda dengan berbagai merk, beberapa diantaranya berharga puluhan juta rupiah, dari truk pengangkut. Setelah melakukan pemanasan yang diarahkan oleh Koesharjanto, chief Fire Emergency Service (FES) PT Inco, dengan bersemangat para peserta segera menjejak pedal sepeda. Rute trekking akan berakhir di Wasuponda, melewati jalan eksplorasi menembus lebatnya hutan lindung dan dipenuhi tanjakan serta turunan terjal. Di jalur sepanjang 30 kilometer yang dipenuhi genangan air dan licin akibat hujan malam sebelumnya ini, para peserta diuji kewaspadaan, nyali, dan daya tahannya.

“Lumayan berat bagi kami peserta perempuan, tapi benar-benar asyik. Terutama di turunan panjang berkelok-kelok dari Tabarano ke Wasuponda, “ ujar Muli, peserta dari Verbeek Cycling Club, Malili antusias. Komentar senada diungkapkan Cecilia Tenry dari Jitensha Cycling Club, kelompok bersepeda para karyawan kontraktor di proyek PLTA Karebbe. “Meski sempat kram kaki dan pakaian berlumur lumpur, tapi asiknya tak terkira,” ucapnya bersemangat.

Pukul 13.00 Wita, seluruh peserta tiba dengan selamat di Wasuponda, meskipun ada seorang peserta sempat terperosok dalam selokan hingga helm yang dikenakannya pecah.

“Walau helm pecah, tapi kepala tak cidera sedikitpun. Itulah pentingnya perlengkapan pengaman saat bersepeda,” kata Agustinus Hariyanto, salah seorang pemateri dalam sesi review. Agus menambahkan, selain helm, idealnya setiap pesepeda dilengkapi pula dengan kaus tangan, pelindung lutut dan tangan, kacamata, dan sepatu. “Jangan lupakan juga obat-obatan darurat, lampu, dan kalau bisa GPS, karena di lokasi seperti tadi susah untuk menentukan arah,” imbuhnya.

Wajah-wajah capek penuh keringat itupun mengangguk-angguk setuju. Hobi bersepeda, terutama di lokasi off-road, semestinya untuk mengejar tubuh sehat bukan mencari penyakit dan celaka. Karenanya musti dilakukan dengan aman dan persiapan matang. Itulah inti tujuan workshop Safe Cycling. Be cyclist, be safe!


Responses

  1. oke nich.. anak2 sobec yang sudah promosikan bahwa dengan bersepeda itu asiiikkkkk… disamping sehat dan menjalin rasa persaudaraan diantara orang yang gemar akan sepeda, dengan bersepeda kita menciptakan suasana yang damai akan polusi dan menjadikan kita sehat salam sepeda, kapan nich.. bersepeda bareng dengan anak2 verbeeck


Leave a response

Your response:

Categories